bulan September 2010 saya liburan ke Semarang, Jawa Tengah. beberapa tempat kami kunjungi, diantaranya: kawasan Simpang Lima yang merupakan pusat pertokoan dan bisnis di kota Semarang, bangunan tua Lawang Sewu, kawasan Johar, Jalan Pandanaran

sambil menikmati kuliner khas semarang seperti lumpia dan bandeng presto. tujuan terakhir adalah masjid agung jawa tengah yang memiliki bangunan dan arsitektur yang megah serta Al Husna Tower yang berlantai 19 dengan ketinggian 99 Meter. sejenak menikmati pemandangan malam kota semarang sambil makan di resto putar yang terletak di lantai 18.
Setelah beberapa hari mengitari Semarang,

rencananya akan dilanjutkan perjalanan ke dataran tinggi Dieng di kabupaten Wonosobo. karena cuaca kurang mendukung, akhirnya kami batal kesana. lalu muncul ide dari teman saya untuk menghabiskan malam mendaki gunung ungaran. tanpa pikir panjang, saya langsung meng-iya-kan tawaran tersebut. kemudian kami menghubungi beberapa teman dari luar kota dan alhamdulillah akhirnya kami berangkat berempat, yaitu
saya
, Berry, mas Ali dan Maulana. berangkat sore hari dengan menumpang bus jurusan Semarang-Solo, kami turun di ungaran sekitar 1 jam. perjalanan masih dilanjutkan dengan angkot sekitar 20 menit sampai lokasi pendakian.
Guyuran hujan yang cukup deras menemani kami sejak awal pendakian. sesampai di post 1, kami memutuskan untuk beristirahat sampai jam 4 pagi karena kabut tebal dan hujan yang sering datang sesekali,
unpredictable. menikmati malam bersama sambil makan malam dan bergelas2 minuman hangat membuat badan sedikit hangat yang basah kuyup setelah diguyur hujan. ditambah lagi view dari atas yang indah banget. nampak dibawah kerlap kerlip lampu beberapa kota-kota di jawa tengah. di pagi hari nampak jelas keindahan danau rawa bening dan gunung merbabu.
Pagi hari setelah menunggu sunrise, kami melanjutkan pendakian melewati perkebunan teh dan kopi yang cukup luas. tengah hari setelah melewati pos 2, matahari kian terik dan medan pendakian mulai ter

asa sangat berat. sampai di pos 3, medan mulai didominasi oleh padang rumput yang cukup lebat dan berbatu. ditengah panas terik cairan tubuh mulai menguap dan energy semakin menurun. istirahat sejenak sambil menikmati pemandangan dari atas, akhirnya kabut tebal datang mengguyur menyeju

kkan kembali badan yang basah oleh keringat. beberapa lama, kami akhirnya sampai di puncak yang diselimuti kabut tebal. disana kami bertemu dengan beberapa kelompok pendaki dari Jepara, Pekalongan dan Bandung. setelah beristirahat sejenak, kami turun melalui jalur yang berbeda. medan yang kami lalui lebih berat. ditengah perjalanan ,hujan lebat mulai mengguyur disertai petir dan angin kencang, sesekali saya tengkurap takut disambar petir. badan terasa remuk akibat terpeleset karena jalan yang sangat licin. setelah berjuang cukup lama akhirnya saya finish pertama di candi Kedung Songo, Ambarawa.
penderitaan belum berakhir karena kami harus jalan 3 Km untuk sampai ke jalan raya. sekitar 1 jam kami berjalan ditengah guyuran hujan yang tidak kunjung reda, kami sampai di tempat pemberhentian angkutan. beberapa kali ditolak, akhirnya ada mobil pick up yang berbaik hati memberi kami tumpangan sampai bandungan, kemudian dilanjutkan dengan angkutan pedesaan sampai jalan raya Jogja-Semarang. lebih dari 1 jam terjadi kemacetan, hingga memasuki jalan tol sedikit melegakan. perjalanan kembali mulus sampai semarang dan berakhir di terminal terboyo. disambut genangan air karena banjir...



perjalanan yang melelahkan, menyakitkan sekaligus mengasyikkan. semua terbayar dengan pemandangan yang menakjubkan. terima kasih atas semuanya...
mantafss bang..
ReplyDeleteBila Aku Tersesat Di Hutan
Kan Ku-Ingat Ajaran Mendasar
Bila Aku Tak Mampu Keluar
Serahkan Diri Kepada Tuhan
wah keren tuh hehehe
ReplyDelete